Dari Senior Untuk Mentor
Begitu bangga kami memiliki kalian sebagai adik-adik kami. Adik-adik kami yang paham betul siapa kami. Adik-adik kami yang rela untuk kami bentak. Adik-adik kami yang rela menerima dan mendengar unek-unek kami. Adalah kalian yang membanggakan kami. Adalah kalian yang menakjubkan bagi kami. Segala puji syukur, benar-benar kami limpahkan padaNya atas karunia ini.
Telah satu tahun, kita menuai susah. Latihan tanpa kepastian. Kebenaran yang kadang-kadang meragukan. Untaoan kata-kata yang kadang membingungkan, adalah tanda betapa masih rendah kami. Betapa masih kurang kami dalam mendidik kalian. Tapi itulh kami. Kami berharap kalian bisa mengerti. Mengerti dengan baik siapa kami. Kami, atas nama Senior PASWADUTA.
Salam kasih bagi kalian. Bagi kalian yang ada dan berjibaku untuk mengendapkan langkah pasti dan hasil yang memuaskan sehingga kalian masuk menjadi Anggota Paskibra Kecamatan. Maaf, kami hanya mengantarkan kalian sampai pada gerbang itu. Sekali lagi kami ungkap, kami memang lemah. Sangat begitu lemah dan tak berdaya.
Sekarang ada dia. Sang pelatih yang sangat bijaksana dan mengimbangi kalian. Tak usah begitu. Hapus sedu sedan itu. Kalian harus bangga bukan menderita. Kalian bisa. Bisa dengan segala kemampuan kalian dan potensi kalian yang begitu berwarna. Sehingga membuat kami merinding saat senyum kalian tersungging di bibir kalian. Mengapa? Karena itu tadi, kami bangga mempunyai kalian. Kalian sebagai Mentor PASWADUTA.
10 November adalah jadi kalian sebagai generasi yang baru. Masih satu tahun umur kalian. Dan masih ada banyak tahun-tahun yang harus kalian lewati, bukan? Setidaknya kalian telah berjanji kepada kami tentang kebenaran itu. Dan dari kami, hanya salam tabik. Beribu-ribu tabik dan dorongang yang hanya kami berikan kepada kalian.
Untuk Rosy, selamat! Selamat untuk pangkat komandanmu. Kamu berhak sekaligus bertanggungjawab atas hal tersebut. Untuk semua, dukung Rosy. Dukung dia. Dukung seperti kalian mendukung periode kami. Sehingga kami bisa bangga memiliki kalian.
Titip salam kami kepada pada junior. Sayangi mereka seperti kami menyayangi kalian. Karena keberhasilan berasal dari kasih saying yang tulus.
Salam PASKIBRA!!
02.03 | Label: Salam | 0 Comments
SUMPAH PEMUDA - sumpah gue nggak tahu! -
Dewasa ini jarang sekali melihat pemuda-pemudi Indonesia yang begitu antusias untuk menyambut hari bersejarah bagi mereka itu. Bagi mereka, segala macam hal yang berbau kemerdekaan atau perjuangan, bagaikan kuman yang menempel di tangan. Harus segera dibersihkan dengan sabun. Pasti, bagi mereka yang telah menempuh bagaimana rasanya berjuang dan berbakti untuk negeri, sangatlah kecewa. Tapi tunggu, sangatlah tidak etis bila kita langsung menghardik mereka sebagai sesuatu yang harus di benci. Karena apa, karena ada asap pasti ada api. Dan api tersebutlah yang harus kita teliti denga baik dan seksama agar kita bisa tahu menahu, apa yang sebenarnya terjadi terhadap para pemuda-pemudi Indonesia ini.
INDONESIA SEBAGAI NEGARA BERKEMBANG
Sejak dulu, Indonesia adalah Negara yang berkembang. Entah apa sebabnya, sejak jaman ibu saya masih kelas 1 SD sampai kelas sekarang, Indonesia masih memperoleh predikat bahwa Indonesia adalah negara berkembang. Negara berkembang adalah sebuah negara dengan rata-rata pendapatan yang rendah, infrastruktur yang relatif terbelakang, dan indeks perkembangan manusia yang kurang dibandingkan dengan norma global (1). Dan secara otomatis, Negara berkembang adalah Negara dimana segala sesuatu yang merupakan hasil dari dunia, enath itu dunia dalam maupun dunia luar, bisa masuk dan keluar dengan bebas. Meskipun, para petinggi Negara mengatakan bahwa mereka selalu menyaring apa-apa yang masuk kedalam Negara berlambang burung garuda ini.
Dan alhasil, banyak sekali barang-barang yang bermunculan. Bisa di bilang, dari cara memotong kuku, sampai memotong wortel pun ada alatnya. Sehingga segala sesuatunya menjadi lebih mudah dan praktis. Bila hal-hal tersebut masuk dan bisa membantu Indonesia dengan baik, dalam artian kata berguna bagi Indonesia, tidak ada masalah. Tapi, bila merusak, hal tersebutlah yang menjadi momok bagi Indonesia.
Contohnya adalah gaya hidup yang berlebihan. Segala apa-apa yang dibutuhkan oleh hidup semuanya lengkap. Dan apa hasil akhirnya, pemuda-pemudi saat ini mejadi generasi yang pemalas. Jarang belajardan sering sekali mengandalkan. Dan tak mau diandalkan.
Selain itu, moderenitas telah merajai pemuda-pemudi saat ini. Sehingga, segala macam asesoris hidup mewah terjabar sudah. Tingkah laku, sudah jarang mencerminkan kebangsaan Indonesia. Dan alhasil; pemerkosaan, narkoba, minuman keras, tawuran antar pelajar sangatlah dekat dengan dunia remaja. Kita bisa ambil contoh sekitar tiga tahun lalu. Ketika lagu India sedang melejit di Indonesia. Mereka, para pemuda-pemudi Indonesia berlomba-lomba untuk menyanyikannya padahal jarang dari mereka yang mengerti apa maksud dan arti lagu tersebut. Dan bisa kita lihat pula, ketika musik barat merajai pasar musik Indonesia, atau bahkan film-film luar Indonesia yang mengumbar aurat dan bercerita tentang kebebasan kepada anak muda, hal tersebutlah yang menjadi inspirator mereka dalam berpenampilan. Dan alhasil, bisa tampak sekarang, betapa jatuhnya martabat bangsa hanya gara-gara pemuda-pemudi Indonesia.
KETIDAKSTABILAN BERPIKIR
Bukan hanya status Negara Indonesia yang berkembang,tapi pula cara pikir pemuda-pemudi Indonesia. mengapa saya mengeluarkan tulisan ini? Karena masih banyak pula pemuda-pemudi Indonesia yang masih mau berjuang untuk mengaharumkan Negara Indonesia melalui keahlian mereka.
Bisa kita intip, dalam bidang hiburan, Agnes Monica maju dan mempromosikan Indonesia dalam kancah Asia. Dan baru-baru ini memenangkan suatu kompetisi menyanyi di Seoul, Korea sebagai Artis Asia Terbaik dan juga sebagai Penampilan Terbaik. Ada juga dari dunia pendidikan, Ranu Firman Wahtudi, pemuda dari Jawa Timur yang mempersembahkan medali perunggu untuk Indonesia setelah memenangkan Kompetisi Peneliti Muda tentang Fisika di Ukraina, Eropa. Dari dunia olahraga, Maria Kristin tampil dan mendapat medali perunggu dalam kancah kompetisi bulu tangkisnya tahun 2008 dan masih banyak lagi.
Sekarang, bila kita telaah dengan baik, tentu sebab dasarnya adalah cara berpikir dan cara pandang. Serta merta peran orangtua. Oleh karena itu, sangat disayangkan bila orangtua dan para petinggi Negara tidak mau bertindak lebih tentang masalah ini. Karena kita semua tahu, bahwa penerus perjuangan bangsa kita adalah pemuda-pemudi saat ini. Dan apabila mereka terpuruk dengan kesalahan terus menerus, siapa yang akan melanjutkan perjuangan pendahulu kita?
Selamat Hari Sumpah Pemuda.
( Sumber )
01.45 | Label: Artikel | 0 Comments
Lagu Indonesia Raya Dilecehkan!
Lagu Indonesia Raya di pelesetkan oleh salah satu forum di Malaysia.
Menurut pakar TI, pelesetan itu sudah termasuk pelecehan terhadap NKRI, karena Lagu Indonesia Raya merupakan Lagu Kebangsaan yang harus dinyanyikan dengan khidmat.
Inilah Lirik Lagu Indonesia yang telah diganti atau di plesetkan...
Indonesial tanah Cairku
Tanah tumpah muntahku
Disanalah aku merangkak hina
Jadi kubur
Indonesial negara miskin ku
Bangsa Busuk dan Tanah Miskinku
Marilah kita semua tidur
Indonesial negara miskinku
Mati lah tanahku
Modar lah negriku
Bangsaku Rakyatku semuanya
Miskin lah jiwanya
Tidurlah badannya
Untuk Indonesial Miskin
Indonesial Miskin
Mampous Modar
Datang kerja Malaysia
Tapi TKI Jadi perampok
Rompak Malaysia bawa wang ke Indon
Indonesial Pendatang Haram
Miskin lah Miskin lah
Datang Haram ke Malaysia
Tiada paspor
Bila kena tangkap dan hantar balik
Kata nya malaysia jahat
Indonesial Negara Perampok
Indonesial Menghantar perampok maling
pekerja TKI Indonesial
hantaq pi Malaysia
Indonesial Maling
Merampok lagu Malaysia
Mengatakan itu lagu mereka
Indonesial Tanah yang hina
Tanah gersang yang miskin
Di sanalah aku miskin Untuk slama-lamanya
Indonesial Tanah puaka
Puaka Hantu Kita semuanya
Negara luas hasil bumi banyak tapi miskin
Datang minta sedekah di Malaysia
Marilah kita mendoa Indonesial brengset
Gersang lah Tanahnya mundurlah jiwanya
Bangsanya Rakyatnya semuanya
Tidurlah hatinya Mimpilah budinya
Untuk Indonesial Miskin
Indonesial Tanah yang kotor Tanah kita yang Malang
Disanalah aku tidur selamanya bermimpi sampai mati
Indonesial! Tanah Malang Tanah yang aku sendiri benci
Marilah kita berjanji Indonesial miskin
Mati lah Rakyatnya Modar lah putranya
Negara Miskin Tentera Coma pakai Basikal
Miskinlah Negrinya Mundur lah Negara nya
Untuk Indonesial kurap
Menurut saya Pemerintah Indonesia Kurang tegas atas masalah - masalah seperti ini.
Saya sangat setuju kepada tokoh Nasionalis yang hadir dalam dialog di Metro Hari Ini tadi sore, Ia mengatakan agar Indonesia berani Menggertak Malaysia supaya tidak mengulangi perbuatan serupa di lain waktu.
Sebagai rakyat Indonesia kita sebainya tidak usah terlalu menanggapi yg kek gini, dilihat dari judul, bukan lagu kebangsaan indonesia, dilihat dari lirik, bukan juga tuh, apalagi dicoba dinyanyikan, jauh dari lagu kebangsaan kita.
Mereka sebenernya memperlihatkan kebodohan mereka sendiri, kalau ngina itu elegan dikit donk.
Semoga yang menulis plesetan itu disaarkan oleh Allah SWT atas kelakuan yang di perbuatnya...
Amin..
SAVE INDONESIA
Ucapkan terima kasih anda dengan meng-klik iklan di blog ini.
Terima Kasih
09.43 | Label: Indonesia, Intermezo, Penting | 0 Comments
Manfaat Upacara Bendera
1. Potensi Kepemimpinan
Setiap siswa secara bergilir diberi kesempatan untuk tampil memimpin upacara. Sebagai pemimpin upacara dituntut untuk melakukan aba-aba/tindakan-tindakan tertentu, dalam satu tahun ajaran seorang siswa dapat memperoleh 2 – 3 kali memimpim teman-temannya
2. Tertib Sosial Normatif lmperatif
Ada aba-aba dan tata cara yang baku yang memimpin maupun yang dipimpin. Ketika seseorang berperan memimpin harus bisa memainkan peran sesuai posisinya. Begitu juga yang berposisi yang dipimpin. Dari sini diharapkan tumbuh kesadaran bahwa pada setiap kelompok sosial demi tertib sosial terdapat aturan-aturan/norma-norma yang bersifat imperative/memaksa sebagai konsekuensi seseorang memasuki suatu kelompok sosial.
3. Rasa Percaya Diri
Pengalaman membuktikan sebagian siswa masih mengalami demam tampil/ndredeg ketika harus tampil memimpin. Namun, umumnya hilang ketika giliran kedua atau seterusnya.
4. Kebersamaan/Jiwa Korsa/Esprit de Carps
Dalam posisi upacara, untuk melanjutkan ke gerakan/aba-aba berikutnya ditempuh jika aba-aba/perintah sebelumnya telah sepenuhnya dilaksanakan. Manakala ada satu/sebagian siswa lalai/tidak mematuhi aba-aba, maka “tersanderalah” seluruhnya. Melalui pembiasaan yang demikian, diharapkan tumbuh kesadaran akan kebersamaan. Diri seseorang adalah bagian dari kelompok-(nya).
5. Tanggungjawab
Ada sejumlah hal yang harus dilaporkan seperti jumlah, kurang, hadir, dan keterangan masing-masing yang berhalangan hadir. Pemimpin harus secara akurat melaporkannya kepada guru. Yang demikian dimaksudkan untuk menumbuh-kembangkan sikap koreksi dan tanggungjawab
6. Tenggang Rasa
Sekali lagi pengalaman membuktikan meski seseorang sebelumnya sudah mempersiapkan diri namun ketika tampil memimpin acapkali masih melakukan kekeliruan. Temyata berperan sebagai pemimpin tak semudah yang menerima/melaksanakan aba-aba. Pengalaman-pengalaman seperti ini akan menumbuh-kembangkan kesadaran tenggang rasa.
7. Loyalitas Kritis Berjiwa Merdeka
Ketika sang pemimpin melakukan kesalahan (misal : dalam memberi aba-aba, laporan, gerakan tertentu) maka anak buah (teman-teman sekelasnya) yang dalam posisi dipimpin wajib memberikan koreksi dengan ucapan “ulangi” pernyataan korektif tersebut dilakukan sebanyak kesalahan yang dilakukan pemimpin dan baru tidak dilakukan lagi manakala sudah benar.
Dari tradisi yang demikian diharapkan tertanam kesadaran sikap loyal sekaligus kritis bukan mentalitas “yes man” atau loyalitas tanpa reserves. Anak buah dan/atau staf yang loyal adalah yang bisa mendukung sekaligus mengingatkan/mengoreksi. Loyalitas yang benar adalah loyalitas kepada person/pribadi orang yang kebetulan menjabat. Kepatuhan yang sehat dan rasional adalah kepatuhan bersyarat yaitu selama perintah/kebijakan pimpinan tidak keluar dan merusak misi organisasi dan secara hakiki bisa dipertanggungjawabkan secara horisontal (kepada sesama manusia) maupun vertikal (kepada Tuhan).
Karena itu kita juga harus bisa membedakan wilayah kedinasan/wilayah publik dengan wilayah privat/pribadi. Jika ini terwujud maka tidak hanya oleh negara secara formal melainkan juga secara riil dimiliki setiap masyarakat. Setiap warga negara dalam kondisi seperti ini secara teoritik kesalahan-kesalahan kolektif dapat dihindarkan, baik dalam konteks organisasi yang kecil maupun besar (negara).
• sumber
08.16 | Label: Intermezo, Paskibra, Umum | 0 Comments
Atas Nama Sejarah, Kami Ada...
UNTUK KALIAN SEMUA….
Sejarah
Berdiri Ekstrakurikule Pasukan Pengibar Bendera ( Paskibra ) ini bisa dibilang cukup heboh dan penuh perjuangan. Bagaimana tidak, Ekstrakurikule ini diimpikan berdiri sejak 2007. OSIS periode 2006-2007 belum bisa mewujudkannya karena ketidakpercayaan pihak sekolah dalam mengemban tugas ini. Jadi, sangat sulit untuk mempertanggungjawabkan dan mengemban amanah ini.
Akhirnya, pada tahun 2008, setelah mengikuti seleksi dan lolos menjadi Pasukan Pengibar Bendera Kecamatan Angkatan 2008, Rizal Kurniawan dimana mempunyai kedudukan pula di OSIS masa jabatan 2008-2009 sebagi Seksi Bidang Berbangsa dan Bernegara, mempunyai tugas untuk membentuk Ekstrakurikuler Paskibra.
Seperti awal dan dulu, itu disentak oleh Wakasek Kesiswaan karena suatu sebab. Tapi tekat itu terlalu bulat. Dan akhirnya, Rizal mengumpul alumni Pasukan Pengibar Bendera Kecamatan Angkatan 2008 untuk membantunya. Dengan underground system, Rizal mencoba dan membuka pendaftaran. Setelah semua beres, pembentukkan Dewan Kerja. Dan terpilihlah Tri Aziz Maulana sebagai Komandan Ekstrakurikuler Pasukan Pengibar Bendera periode 2008-2009.
Latihan diadakan untuk penyambutan Upacara Hari Pahlawan. Misi tersembunyi kami adalah sekaligus peresmian ekstrakurikuler kami. Dan, pada saat kami latihan sampai malam hari, Wakasek Kesiswaan melihat kerja keras kami. Setalah Rizal bercakap tentang misi terselubung kami, Wakasek Kesiswaan merasa bangga. Dan disetujuilah ekstrakurikuler ini dibentuk.
Tentu dengan rasa bangga dan haru, tanggal 10 Nopember 2008, Ekstrakurikuler Pasukan Pengibar Bendera SMA Wachid Hasyim 2 Taman disahkan.
Visi dan Misi
Turut mengembangkan kemajuan SMA Wachid Hasyim 2 Taman dengan sistem dan kinerja kami sebagai Pasukan Pengibar Bendera
• Struktural Kepengurusan
• Lambang Ekstrakurikuler
• Surat Pengesahan Lambang
08.05 | Label: Paskibra, Sejarah | 0 Comments
Selamat Berpuasa
SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA
( bagi yang menjalankan )
08.27 | | 0 Comments
Sajak Ulang Tahunmu, Indonesiaku!

Akhirnya,
Kita kembali berjaya
Enam puluh empat tahun kita bersama
Menepis luka, membunuh duka, diganti suka cita
Akhirnya,
Enam puluh empat kita rangkul kembali semangat kita
Melaju terus dengan segenap asa dan harap
Menentang benci, mengoyak duka, diganti gembira
Tunggu, teman!
Lihat disana
Lorong-lorong gelap yang telah dicipta kembali menyala
Lorong-lorong kelam yang telah bersinar kembali gemparkan tanah air kita
Dengan semangat
Dengan rahmat
Dengan hakikat
Dan diseberang sana
Telah menunggu sajak-sajak manis yang kita cipta untuk mereka yang mengenyam luluh sebelum mengendus bau-bau manis tempat sekarang kita bermadu. Berdua.
Dan laknat yang saat ini mereka cipta
Dan keji yang saat ini mereka sebar
Dan bangkai yang mereka enduskan
Akan kita lawan
Bersama!
Meski,
Tanpa ayah
Tanpa bunda
Maju kawan!
Kita bisa!
16 Agustus 2009 | PASKIBRA WH 2
…………………………………………………………………………………………........
Akhirnya, kembali kita rayakan HUT RI Ke-64. Semoga menjadi jiwa yang brmanfaat dengan apa yang selama ini kita dapat dari hasil para pendahulu kita.
Kami, warga Ekstrakurikuler Pasukan Pengibar Bendera ( PASKIBRA ) SMA Wachid Hasyim 2 Taman, mengucapkan : Selamat HUT RI Ke-64!!!
Salam hangat untuk Indonesia!!
09.25 | Label: HUT, Indonesia, Paskibra | 0 Comments
Hubungi Kami
PASUKAN PENGIBAR BENDERA ( PASKIBRA )
SMA WACHID HASYIM 2 TAMAN
Lokasi : SMA Wachid Hasyim 2 Taman
Alamat : Jln. Raya Ngelom 86 Taman, Sidoarjo, Jawa Timur
E-mail : paskibrawh2@plasa.com | Telepon : (031)7881734
06.07 | Label: Homestay | 0 Comments
Dokumentasi
persiapan
pemimpin pleton
laporan masing2 pemimpin pleton
pengibaran bendera
penghormatan pasukan
paduan suara
amanat Bapak Wakil Gubernur Sidoarjo
06.05 | Label: Paskibra, Pribadi, Wachid Hasyim | 0 Comments
Fakta Tentang Kepresidenan
Ada dua orang tokoh yang tidak pernah disebutkan. Mereka adalah Sjafruddin Prawiranegara dan Mr. Assaat, Presiden RI-2 dan Presiden Ri-3 Republik Indonesia. Wikipedia mencatat bahwa Sjarifuddin Prawiranegara adalah pejuang pada masa kemerdekaan republik Indonesia, ia pernah menjabat sebagai Presiden/ Ketua PDRI ( Pemerintah Darurat Republik Indonesia ) ketika pemerintahan Republik Indonesia di Jogjakarta jatuh ke tangan Belanda saat Agresi Militer Belanda II 19 Desember 1948. Pada masa itu Soekarno dan Hatta ditangkap dan diasingkan oleh Belanda. Ia menjabat pada 1948 - 1949. Sedangkan Mr. Assaat adalah presiden RI-3 saat republik ini bagian dari Republik Indonesia Serikat ( 1949 - 1950 ) >> Sumber
03.05 | | 0 Comments
Intermezo Paskibra
Paskibra (Pasukan Pengibar Bendera) adalah salah satu kegiatan ekstrakulikuler yang diminati oleh sebagian besar pelajar sekolah menengah. Hal ini dikarenakan banyak manfaat yang bisa didapat dalam kegiatan ini. Salah satunya adalah kedisiplinan dan kerapihan. Hal ini pula yang membuat mereka berbeda dengan anggota kegiatan ekstra kulikuler yang lain. Dari awal anggota telah ditempa dengan beberapa latihan baik fisik maupun mental untuk menjadi pribadi yang kuat, mandiri, disiplin dan bertanggung jawab sehingga dapat meraih prestasi.
Awal masuk para calon Paskibra mengikuti latihan dasar yang dikelola sekolah masing-masing dibantu dengan anggota Paskibra dari sekolah lain dan PPI (Purna Paskibraka Indonesia). Mereka dilatih untuk mendapatkan LH (Lencana Harian) sebagai simbol mereka adalah calon Paskibra. Setelah itu mereka mengikuti latihan-latihan dan lomba-lomba baik di sekolah atau pun latihan gabungan yang diadakan oleh PPI setiap bulan duakali.
Untuk menjadi seorang Paskibra mereka pun mengikuti Pusdiklatsar (Pusat Pendidikan Latihan Dasar) Paskibra. Dari sinilah didapat calon-calon Paskibraka baik untuk tingkat Kabupaten/kota, Provinsi maupun Nasional. Menjadi anggota Paskibraka tidaklah mudah, diperlukan kerja keras dan kedisiplinan yang tinggi.
Salah satu Paskibraka dari Kabupaten Serang yang mampu menembus tingkat nasional adalah Rizkina Damayanti, siswi SMU Negeri 1 Serang. Setelah menjalani berbagai latihan dan berkompetensi dengan anggota yang lain untuk menjadi yang terbaik akhirnya ia mampu menjadi salah satu anggota Paskibraka di tingkat Nasional tahun 2007 lalu.
Selain aktif di Paskibra, Rizkina juga aktif di kelompok paduan suara sekolahnya. Kini Rizkina tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti pertukaran pelajar ke Jepang. “Kalau tidak ada halangan, akan berangkat pada tanggal 22 April 2008. Selama satu minggu sebagai salah satu dari 10 orang terpilih untuk mengikuti pertukaran pelajar ke Jepang,” ujarnya.
Setelah tamat SMA, para annggota Paskibra biasanya aktif dalam organisasi PPI. PPI (Purna Paskibraka Indonesia) adalah wadah untuk para purna Paskibra dan Paskibraka yang masih terus aktif membantu membina para calon Paskibra dan
paskibraka. Organisasi ini berdiri di Indonesia pada tanggal 21 Desember 1989. Sedangkan PPI di Kabupaten Serang berdiri pada tahun 1993, tingkat Provinsi Banten berdiri pada tahun 2001.
Beberapa kegiatan yang digelar PPI yang saat ini dipimpin oleh Chandra Kusmato di antaranya: Lomba Baca Pancasila, Lomba Persipan Baris Berbaris, bakti sosial dan pertandingan futsal. Saat ini jumlah anggota PPI Kabupaten Serang sekitar 600 orang yang tersebar di Serang, Cikande, Padarincang dan Petir. (bid)
05.40 | Label: Essay, Intermezo, Paskibra | 0 Comments
Kisi-Kisi Diklat Paskibra
Untuk seluruh anggota Ekstrakurikuler Paskibra, di mohon untuk mempelajari kisi-kisi yang ada di bawah ini.
:: Hafal Motto Paskibra
:: Membentangkan dan Melipat Bendera
::PBB
:: Sejarah Nama Indonesia
:: Latihan Spesialisasi
:: Hafal Lagu Syukur
Diklat akan di laksanakan pada :
Lihat di “Pengumuman Hari Ini”
>)))):>
PELAJARI DAN SEMOGA SUKSES!!!
04.54 | Label: Paskibra, Wachid Hasyim, Wajib | 0 Comments
Motto Paskibra
PASKIBRA.. PASKIBRA.. PASKIBRA..
TIDAK TAKUT SALAH..
TIDAK TAKUT KALAH..
TIDAK TAKUT JATUH..
TIDAK TAKUT MATI..
TAKUT MATI JANGAN HIDUP..
TAKUT HIDUP MATI SEKALIAN..
KALAU ADA 1000 KAMI ADALAH 1..
KALAU ADA 100 KAMI TETAP 1..
KALAU ADA 10 KAMI YAKIN TETAP 1..
KALAU ADA 1 YA..
ITULAH KAMI...
02.35 | Label: Indonesia, Paskibra, Wajib | 0 Comments
Tata Upacara Bendera
Tata : mengatur, menata, menyusun
Upa : rangkaian
Cara : tindakan, gerakan
Tata Upacara Bendera adalah :
Merangkaikan suatu tindakan atau gerakan dengan susunan secara baik dan benar.
Tindakan atau gerakan yang dirangkaikan serta ditata dengan tertib dan disiplin
Jadi Tata Upacara Bendera adalah tindakan dan gerakan yang dirangkaikan dan ditata dengan tertib dan disiplin. Pada hakekatnya upacara bendera adalah pencerminan dari nilai-nilai budaya bangsa yang merupakan salah satu pancaran peradaban bangsa, hal ini merupakan ciri khas yang membedakan dengan bangsa lain.
SEJARAH
Sejak zaman nenek moyang bangsa Indonesia telah melaksanakan upacara, upacara selamatan kelahiran, upacara selamatan panen.
DASAR HUKUM
Pancasila
UUD 1945
UU No. 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional
Inpres No. 14 tahun 1981 ( 1 Desember 1981 ) tentang Urutan Upacara Bendera
MAKSUD DAN TUJUAN
untuk memperoleh suasana yang khidmat, tertib, dan menuntut pemusatan perhatian dari seluruh peserta, maka disusunlah petunjuk pelaksanaan kegiatan ini.
menjadikan sekolah memiliki situasi yang dinamis dalam segala aspek kehidupan bagi para siswa, guru, pembina dan kepala sekolah. Sehingga sekolah memiliki daya kemampuan dan ketangguhan terhadap gangguan-gangguan negatif baik dari dalam maupun luar sekolah, yang akan dapat mengganggu kelancaran proses belajar mengajar di sekolah.
PEJABAT UPACARA
Pembina Upacara
Pemimpin Upacara
Pengatur Upacara
Pembawa Upacara
PETUGAS UPACARA
Pembawa Naskah Pancasila
Pembaca Teks Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945
Pembaca Do’a
Pemimpin Lagu
Kelompok Pengibar / Penurun Bendera
Kelompok Pembawa Lagu
Pemimpin kelompok kelas / regu
Cadangan tiap perangkat
PERLENGKAPAN UPACARA
Bendera Merah Putih
Ukuran perbandingan 2 : 3
Ukuran terbesar 2 X 3 meter
Ukuran terkecil 1 X 1,5 Meter
Tiang Bendera
Minimal 5 meter maksimal 17 meter
Perbandingan bendera dengan tiang 1 : 7
Ukuran yang ideal untuk sekolah tingkat SLTA 7 – 8 meter
Tali Bendera. Diusahakan tali yang digunakan adalah tali layar ( tali kalimetal )dan bukan tali plastic dan tali harus berwarna putih
Naskah-naskah
Intinya naskah harus terlihat selalu bersih
Pancasila
Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945
Naskah Do’a
Naskah Acara
SUSUNAN BARISAN UPACARA
Bentuk Barisan Satu Garis
Suatu bentuk barisan disusun dalam satu garis dan menghadap ke pusat Upacara, dengan formasi :
• Shaf Bershaf
• Banjar Bershaf
Bentuk barisan “ U “ / Angkare
Suatu barisan yang disusun dalam bentuk huruf “ U “ atau Angkare dan menghadap ke pusat Upacara, dengan formasi
• Shaf Bershaf
• Banjar bershaf
Bentuk Barisan “ L “
• Shaf Bershaf
• Banjar Bershaf
Catatan :
Susunan Barisan Upacara diatas adalah suatu bentuk yang ideal, tetapi hal tersebut dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi lapangan upacara yang tersedia.
UPACARA DALAM RUANGAN
Upacara yang dilakukan dalam ruangan tidak melaksanakan Upacara Bendera, karena Sang Merah Putih sudah hadir sebagai bendera ruangan.
Bendera ruangan adalah :
• Bendera yang dipasang pada tongkat bendera, terpancang pada standard bendera dan terletak disebelah kanan depan ruangan
• Bendera yang dilekatkan terbentang horizontal di tengah – tengah dinding depan dari ruangan
Bila ada bendera kedua, kita tidak perlu melakukan penghormatan, cukup dengan aba – aba : “ Sang Merah Putih maju ke tempat yang telah ditentukan “.
SUSUNAN ACARA UPACARA
PERSIAPAN
Dipilih dan disiapkan orang-orang yang memiliki kemampuan dan kesiapan untuk tugas tersebut. Bendera, Tali, Tiang, Teks, Pengeras suara, Mimbar, dipersiapkan. Perhatikan daerah sekitar lapangan agar tidak terjadi kekacauan pada saat pelaksanaan.
PENDAHULUAN
Pemimpin Kelas menyiapkan pasukannya
Pemimpin Upacara memasuki lapangan Upacara
Penghormatan kepada Pemimpin Upacara
Laporan Pemimpin Kelas kepada Pemimpin Upacara
Kemudian Pemimpin Upacara mengambil alih pimpinan peserta upacara diistirahatkan, (bersamaan dengan itu Tura menjemput Pembina )
ACARA POKOK
Pembina Upacara memasuki lapangan Upacara
Didampingi oleh Tura, saat Tura kembali ketempat semula, pendamping pembina/pembawa naskah Pancasila menempati tempat 2 langkah disebelah kiri belakang pembina Upacara
Penghormatan Umum
Laporan Pemimpin Upacara kepada Pembina Upacara
Pengibaran Sang Merah Putih
Mengheningkan Cipta
Pembacaan Teks Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945
Format A : Petugas maju kedepan menghadap Pembina, Lapor
( untuk Lomba dan PHBN )
Format B : Petugas cukup maju kedepan 2 – 3 langkah )
( Upacara hari Senin )
Pembacaan Teks Pancasila
Amanat Pembina Upacara
Menyanyikan Lagu Nasional
Pembacaan Do’a
Laporan Pemimpin Upacara
Penghormatan Umum
Pembina Upacara meninggalkan lapangan Upacara
ACARA PENUTUP
Penghormatan kepada pemimpin Upacara
Pemimpin Upacara kembali ketempat semula
ACARA TAMBAHAN
Pengumuman – penguman
Acara sertijab, penyerahan piala, dsb
Peserta Upacara dapat dibubarkan
Dilakukan oleh Pemimpin Pasukan, Pemimpin pasukan adalah petugas yang mengawali dan mengakhiri jalannya upacara
Keterangan :
Pembacaan Teks Pancasila dan Teks Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 1945 dapat dibalikkan posisinya pada Upacara Kesaktian Pancasila.
Upacara penurunan bendera, setengah tiang, dalam ruangan :
Suasana upacara sama dengan upacara bendera hanya pada waktu penurunan bendera dilakukan setelah pembacaan do’a, bendera dinaikan satu tiang penuh seiring dengan selesainya lagu, baru kemudian diturunkan setengah tiang.
Hal-hal yang perlu diperhatikan
• Semua yang hadir pada saat upacara hendaknya melakukan sikap sempurna.
• Gangguan dalam upacara
Apabila kerekan bendera macet, upacara dilanjutkan setelah kerekan dibetulkan. Apabila kerekan putus, kelompok pengibar bendera mengibarkan / membentangkan bendera sampai upacara selesai. Apabila roboh tiangnya, maka upacara ditangguhkan dan apabila hujan turun saat upacara tengah berlangsung maka upacara dilanjutkan (lebih lengkapnya baca petunjuk TUB tahun 1995).
BUKU ACUAN POKOK !!!
• Juklak Tata Upacara Bendera 1995
• Juklak Tata Upacara Bendera dan Pelatihan Paskibraka 1993
• Bendera dan TUB Kak Idik Sulaeman
• TUB dan Tata Krama Terhadap Sang Merah Putih
23.10 | Label: Indonesia, Paskibra, Penting, Wajib | 0 Comments




